Pasta, one more time…bon a petite ^_^

Chef Hyun wook siap memimpin para koki untuk memasak. Hyun Wook siap membacakan order menu ketika Jung Eun Soo, asisten dapur tiba2 berkata, aku ingin mengatakan sesuatu, kumohon dengarkan apa yang akan kukatakan, sunbae-nim. Eun Seo sempat minta maaf pada Yoo Kyung. Hyun Wook heran, kau mau bicara apa? Eun Seo berkata ia akan mengundurkan diri. Semua kaget. Tapi Eun Soo berkeras, aku berhenti! Hyun Wook minta Eun Soo mengikutinya ke kantor. Hyun wook marah pada Eun soo, kau ini mau kemana di kondisi ekonomi seperti ini? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau tahu, Seo Yoo Kyung bertahan selama 3 tahun di posisimu ini. Hyun Wook berkata kalau Eun Seo belum bisa diakui sebagai chef. Tapi Eun Seo berkata ia tidak ingin jadi chef, yang ia inginkan adalah cari uang. Hyun Wook melarang Eun Seo keluar, tapi Eun Seo berkata kalau ia tahu bahwa Chef punya hubungan istimewa dengan Yoo kyung. Eun Soo : Aku melihat kalian berdua di dapur dengan mata kepalaku sendiri. Hyun Wook kaget dan tidak mencegah Eun Soo lagi. Di kamar ganti, para koki lama juga bingung, kenapa Eun Soo seperti itu. Dapur akan kesulitan tanpa asisten koki. Yoo Kyung juga mengejar Eun Soo. Ia ingin tahu apa Eun Seo keluar karena dirinya. Ia ingin Eun seo kembali masuk ke dalam restoran. Tapi Eun Soo hanya berkata kalau selama ini, Yoo Kyung adalah senior paling baik selama ini, ia mengucapkan terima kasih dan pergi. Tidak menghiraukan panggilan Yu Kyung. Yoo Kyung masuk lagi ke dalam dan semua juga sedang kebingungan. Para koki tanya pada Chef, apa yang akan mereka lakukan tanpa Eun Soo. Padahal ini saatnya makan malam. Jam paling sibuk. Para koki mendesak Chef untuk menentukan pengganti Eun Seo untuk sementara. Hyun Wook tidak punya pilihan, apalagi semua mata sudah melihat ke arah Yoo Kyung. Hyun Wook minta Yu Kyung menjadi asisten dapur untuk malam ini. Yoo Kyung dengan berat hati pergi ke tempat Eun Soo. Hyun Wook : Baik, tidak ada yang berubah kecuali jangan panggil Eun Seo, tapi Seo Yu Kyung, mengerti? Semua koki : Ya, Chef! Hyun Wook : hei, Seo Yoo Kyung. Kau siap? Yoo Kyung : Ya, Chef. Hyun Wook mulai membacakan menu, meja 13: Tintara pasta 2, Basil Pesto 1, Pasta tiga rasa, 1, Lobster panggang 1 Semua koki siap membuat menu2 itu. Yu Kyung juga lari ke segala penjuru dapur dengan cekatan dan memberikan semua yang dibutuhkan para koki. Yoo Kyung mengambilkan lobster, tuna, minyak zaitun, bumbu2, piring saji. Bahkan sambil mencuci penggorengan dengan cepat. Hyun Wook terlihat tidak enak dengan perubahan posisi Yu Kyung secara mendadak, tapi ia tidak bisa apa-apa. Karena Yoo kyung memang asisten dapur kompeten, malam itu, jam makan malam berlangsung lancar.

A dosage of shirtless Philip🙂

Setelah selesai jam sibuk, para koki ada di ruang loker dan membicarakan Eun Soo. Mereka menyalahkan Hyun Wook yang sangat keras sebagai Chef sehingga anak baik seperti Jung Eun Soo akhirnya tidak tahan dan lari. Salah satu Koki Itali, Ji Hoon berkata kalau Chef sudah baik dengan Eun Seo, kalian tidak tahu apa yang ia lakukan pada kami di Italia. Semua koki Korea ingin tahu. Tapi Woo Deok memberi isyarat pada Ji Hoon jangan berkata apa-apa. Akhirnya Ji hoon hanya berkata kalau Chef baik pada mereka. Membuat para koki Korea kesal pada Ji Hoon. Yoo Kyung menggosok lantai. Hyun Wook mendekatinya. Yoo Kyung minta Hyun Wook minggir. Tapi Hyun Wook tetap saja tidak beranjak. Yu Kyung kesal, Tolong minggir! Hyun Wook jongkok dan tanya apa Yoo Kyung kesal karena ini. Yu Kyung berkata ia tahu, kalau Hyun Wook pasti akan melakukan ini, tanpa ragu2 sedikitpun menurunkan-nya jadi asisten dapur lagi. Ini memang seperti dirimu, Chef. Yoo Kyung terus memohon agar Hyun Wook membujuk Eun Soo kembali. Hyun Wook menolak, ia tidak akan memanggil kembali orang yang tidak suka kerja disini dan yang berkata tidak menyukainya. Aku tidak akan mengejar mereka. Yoo Kyung menyalahkan Hyun wook, kau sudah menendangnya keluar, kau seharusnya mengajaknya kembali lagi Chef! Hyun Wook tidak mau. Yoo Kyung merentangkan ke-10 jari Hyun Wook dan berkata kalau asisten dapur adalah chef juga, ini..jari kelingking ini. Dan kau menggigitnya tiap hari! Hyun Wook kesal dan mendorong Yoo Kyung. Yu Kyung balas mendorongnya. Hyun Wook: Gadis ini… Hyun Wook kemudian masuk ke ruangan loker dan melihat loker Eun Seo. Ternyata Eun Seo mengidolakan Chef🙂 Tapi Hyun Wook merasa dilema karena Eun Seo mengaku ia melihat Hyun Wook dan Yu Kyung. Paginya, semua staf apel pagi. Kim San mengumumkan kalau mulai hari ini posisi asisten dapur kosong dan ia tanya pada Hyun Wook, apa yang akan ia lakukan. Hyun Wook ingin mencari asisten baru. Mantan manager Seol menyindir, sebenarnya Eun Seo sudah baik2 saja, tapi karena standar Hyun Wook yang tinggi, siapa yang tidak kesal? Hyun Wook, Kim San, Oh Sae Young langsung menoleh ke arah Seol dan Seol langsung tutup mulut. San akhirnya menengahi, untuk sementara Seo Yu Kyung dulu, nanti San akan mencari part-timer saja. Yoo Kyung langsung senang dan tersenyum manis pada Kim San. San juga senyum. Hyun Wook tidak percaya melihat keduanya. Di dapur, Yoo Kyung kembali bekerja dengan sangat cekatan. Bahkan ia bisa tahu apa yang dibutuhkan para koki sebelum mereka mengatakannya. Kata-kata terima kasih Yoo Kyung sering sekali terdengar, dan mood di dapur juga bagus sekali. Koki lama seperti Ho Nam, Seung Jae, Sang Sik dan Souz chef-Seok Ho sangat terbantu dan mereka memuji Yoo Kyung. Para koki Italia juga. Bahkan Yoo Kyung tanpa diminta juga mengusap keringat di muka Seok Ho, yang sempat membuat Hyun Wook sedikit berkerut. Ia membentak para koki lama yang mengacungkan jempol memuji Yoo Kyung. Malam setelah kerja, Yoo Kyung menemui Eun Soo di bar tempat kerjanya yang baru. Yoo Kyung minta Eun Soo kembali tapi Eun Soo menolaknya. Yoo Kyung berkata dapur tidak bisa berfungsi tanpa asisten dan juga Chef kepala, jadi keduanya penting. Tapi Eun Soo tidak percaya dan berkata ia sibuk lalu pergi. Paginya, Yoo Kyung menggedor apartemen Eun Soo dan mengajaknya masuk kerja. Eun Soo menolak dan kembali bergelung dalam selimut. Eun soo berkata Yoo Kyung ingin ia kembali karena tidak mau jadi asisten menggantikan dirinya. Eun Soo tidak mau beranjak dan Yoo Kyung berkata baiklah, kalau begitu ia akan kembali lagi besok, lalu mengambil kunci apartemen Eun Soo. Yoo Kyung masuk pagi dan memotong-motong sayuran. Hyun Wook datang dan heran, ia sudah minta Sang sik datang melakukan ini. Tapi kenapa Yoo Kyung yang menyiapkan Brunoise (Sayuran bentuk dadu). Lalu Kim San masuk bersama Seol dan seorang pria muda. Kim san berkata ada asisten baru, dan minta Hyun Wook mencoba dulu. Hyun Wook tidak suka, apa karena ini mendesak, apa bisa menggunakan sembarang orang? Yoo Kyung memohon agar Hyun Wook mencobanya dulu. Hyun Wook dengan berat hati menyetujuinya. Tapi tidak lama, dapur jadi kacau berantakan. Si maknae (orang baru) itu, benar2 tidak bisa melakukan apa-apa. Ia salah terus. Yoo Kyung kerja sambil memberi instruksi pada orang baru itu, apa maksud para koki. Sampai ada pesanan Steak dan Asisten baru itu harus mengambil sirloin. Ia salah ambil. Hyun Wook tidak tahan dan minta anak baru itu ikut dalam freezer. Ia mengambil sirloin dan berkata dimana lagi kau akan melihat seorang Chef kepala mengajarkan ini pada seorang asisten. Hyun Wook: Dengar baik-baik, ini adalah daging sirloin kelas A, dan ini adalah sisa daging yang biasa kita gunakan untuk membuat kaldu. Katakan kau tidak tahu ini, tapi orang seperti dirimu yang hanya asal mengambil daging beku untuk dibuat steak, tidak pantas ada di posisi asisten dapur. Malamnya, Hyun Wook menemui Eun Soo di bar, ia pura2 jadi pelanggan dan memesan bir dan makanan. Eun Soo kaget melihat Hyun Wook. Ia kerja di bar itu dengan nama samaran, Oh Bae Won (500 won). Hyun Wook mendengus, kau terlalu tinggi menilai dirimu, kupikir 50 won lebih cocok untukmu. Hyun wook sekali lagi minta Eun Soo kerja di restoran. Ia mengkritik makanan yang dibuat Eun Soo, mienya terlalu lembek, dan yang lain diluar panas, di dalam masih beku, lalu aroma minyaknya tajam. Eun Soo berkata itu bukan masakannya. Hyun Wook memberikan badge nama Eun Soo. Kerjalah dengan namamu sendiri. Eun Soo heran, apa Hyun Wook tidak takut kalau ia akan mulai menyebarkan rumor tentang hubungannya dengan Seo Yoo Kyung? Hyun Wook mengaku ia ketakutan setengah mati, tapi ia tidak bisa melarang orang yang sangat dibutuhkan di dapur untuk tidak kembali. Hanya karena alasan itu. Ia tidak bisa mengunci mulut Eun Soo. Lalu Hyun Wook pergi. Ayah Yoo Kyung mengunjungi Yoo Kyung di restoran. Yoo Kyung masih beres2 dan ia menunjukkan ruang kerjanya pada ayahnya. Ayah Yoo Kyung tidak terlalu senang ketika tahu Yoo Kyung masih saja di posisi terendah. Yoo Kyung menawarkan pasta buatannya pada ayahnya, tapi ayahnya menolak, buatkan pasta kalau kau sudah di posisi itu, kata Ayah Yoo Kyung sambil menunjuk posisi Chef. Ayah Yoo Kyung mengeluarkan bungkusan, isinya satu set Chef-Knives. Yoo Kyung senang sekali. Ayahnya berkata jika Yoo kyung mau bertindak harus punya peralatan yang tepat dan jangan mengeluh hanya karena dia seorang wanita. Ayah Yoo Kyung pulang. Yoo Kyung mengantarnya dan berkata kalau saja ayahnya tidak menghadiahkan-nya seperangkat pisau ini, ia sudah akan keluar dari sini. Paginya, Yoo Kyung menggedor apartemen Eun Soo lagi. Eun Soo menaikkan selimutnya, biarkan aku tidur Kak! Di ruang loker, Kim San menempelkan foto kaktus lagi di loker Yoo Kyung dan kali ini Hyun Wook memergokinya. San tidak terkejut dan ia santai saja mengetahui itu. Malah sambil bergurau minta Hyun Wook menutup mulutnya yang melongo. Hyun Wook berdiri memandangi foto kaktus itu. Yoo Kyung datang dan senang menemukan foto itu. Hyun Wook ingin tahu sejak kapan Yoo Kyung menemukan foto kaktus seperti ini. Yoo Kyung berkata sejak 3 tahun, sejak pertama ia kerja di restoran ini. Hyun wook sedikit kaget dan tidak percaya, selama 3 tahun terus menerus? Yoo Kyung membenarkan. Yoo Kyung ingin Hyun Wook membujuk Eun Soo. Hyun Wook ingin mengatakan kalau Eun Soo tahu hubungan mereka, tapi ia merasa serba salah, juga cemburu dan hanya berkata lupakan saja. Si anak baru itu sedang istirahat sambil mendengarkan musik, Yoo Kyung menyapa dan ingin menghibur tapi anak baru itu justru menghina Yoo Kyung karena Yoo Kyung juga baru saja jadi koki, pantas saja mereka memperlakukan dirimu seperti asisten. Hyun Wook mendengar percakapan mereka dan marah, ia memukul kepala anak baru itu dan berkata jika seniormu memberi nasihat, kau harus dengan rendah hati mendengarkannya. Anak baru itu tidak terima dan ia berhenti saat itu juga. Hyun Wook marah. Yoo Kyung berusaha menahan Hyun Wook. Kim San muncul, ia memperingatkan Hyun Wook. Hyun Wook kesal, ia minta Kim San tidak ikut campur masalah dapur. Keduanya saling menyalahkan. Yoo Kyung ingin mengejar anak baru itu, tapi Hyun Wook melarangnya, ia tidak perlu orang seperti itu. Yoo Kyung marah, bagaimana Hyun Wook bisa tidak tahu apa yang ia rasakan. (Karena Yoo Kyung akan jadi asisten kalau tidak segera ada penggantinya) Hyun Wook menghela nafas dan menarik tangan Yoo Kyung, ikut aku. Keduanya naik ke atap, Yoo Kyung mengeluh, ia tidak mau jadi asisten selamanya. Hyun Wook sekali lagi ingin menjelaskan kalau Eun Soo kembali maka rahasia mereka akan ketahuan tapi tidak bisa dan ia hanya marah2. Hyun Wook menelepon Eun Soo dan minta Eun Soo mengambil kembali barang2nya, jika kau memang mau keluar jangan meninggalkan sampah disini. Yoo Kyung masuk ke ruang loker dan berkata kalau Hyun Wook tidak punya perasaan. Eun Soo sangat mengidolakan Hyun Wook. Yoo Kyung berkata ia tidak ingin Eun Soo kembali kalau hanya akan jadi Chef tanpa perasaan seperti Hyun Wook. Malamnya, Eun Soo masuk ke dapur La Sfera dan juga freezernya. Hyun Wook sudah menunggu Eun Soo di dapur. Untuk memastikan Eun Soo tidak meninggalkan barang2nya. Eun Soo mengiyakan. Lalu Hyun Wook minta Eun Soo membuat pesanan-nya, Satu Pasta Jung Eun Soo. Eun Soo tertegun. Hyun Wook : Kau datang kesini untuk menjadi Chef. Jika kau tidak pernah menggunakan pan (penggorengan/wajan) sekali saja, apa kau tidak akan menyesal? Anggap saja ini adalah pertama dan terakhir kalinya kau memegang wajan. Setelah itu pergilah tanpa penyesalan. Dan jangan kembali lagi. Eun Soo mengerti dan ia mulai menyiapkan pastanya. Eun Soo menyalakan kompor, menaruh wajan, EVOO, memasukkan abalon dan udang, bumbu2 dan memasaknya ala flambe🙂 Merebus spaghetti, dan menyiapkan pastanya di piring. Ia menyajikan pastanya untuk Hyun Wook. Hyun Wook mencicipi pasta Eun Soo, tanpa ekspresi dan komentar. Hyun Wook hanya terus makan, makan dan menghabiskan pasta di piringnya. Setelah itu ia berkata, jadi seperti ini rasa pasta Jung Eun Soo. Aku akan mengingatnya. Selamat tinggal. Hyun wook pergi meninggalkan piring kosong di tangan Eun Soo. Eun Soo bingung, ia kembali ke wajannya. Di situ masih ada sisa pasta hasil racikannya. Eun Soo makan pastanya dan ia terkejut, ia terus makan, lalu menangis. Pastaku, rasanya benar2 enak. Eun Soo menangis dan duduk di lantai dapur. (Eun Soo mulai sadar ia sebenarnya bisa jadi chef yang bagus, ia hanya perlu belajar dan bersabar. ) Kim San mengajak Yoo Kyung keluar. Awalnya Yoo Kyung menolak pergi dengan Kim San, tapi San terus menariknya, jadi mau tidak mau Yoo Kyung ikut pergi. Hyun Wook tentu saja menyaksikan itu dengan pandangan marah dan cemburu🙂 Kim San mengajak Yoo Kyung makan kue ikan emas (yang isinya kacang merah dan bentuknya ikan) sambil minum bir di pinggir kolam. Yoo Kyung senang dan memuji San, semakin ia kenal, ternyata semakin baik. San tanya : Siapa? Aku? Bukan, kata Yoo Kyung, kue ikan emasnya. San berkata karena Chef selalu memecat asisten dapur, ini berarti Yoo Kyung yang akan jadi asisten. San menyarankan agar Yoo Kyung melampiaskan saja semuanya pada Chef. Kau kan punya aku (Sang presiden) sebagai pendukung? Yoo Kyung geli, kenapa San mengajarinya hal seperti ini? Kim San menjawab ia merasa kesal karena Yoo Kyung selalu dimarahi Chef dan ia frustrasi melihatnya. Kim San berkata Yoo Kyung harus mencobanya. Setelah sampai apartemen, Yoo Kyung menekan bel apartemen Hyun Wook, ia menawarkan kue ikan pada Hyun Wook. Tapi Hyun Wook tidak mau. Yoo Kyung ingin tahu apa yang bisa ia masak besok untuk Hyun Wook. Hyun Wook tidak mengerti, apa kau ini pembantuku? Yoo Kyung lalu mencoba usul San dan mengeluh pada Hyun Wook. Ia merasa tidak enak di dapur karena Hyun Wook, ia takut mengecewakan Hyun Wook sebagai seorang koki. Lalu hubungan mereka jadi ketahuan. Yoo Kyung berkata ia bisa menahan semuanya, jadi asisten, digosipkan para koki tapi ia tidak ingin selalu bergantung pada Hyun Wook dan tidak bisa jadi koki yang bagus. Yoo Kyung : Aku menyukaimu dan karena aku menyukaimu, aku ingin bergantung padamu, tapi aku mencoba dengan keras untuk berdiri sendiri jadi aku tidak bergantung. Kau tidak tahu itu, iya kan? Hyun Wook : Kau sudah selesai? Yoo Kyung : Iya, Chef. Hyun Wook : Apa kita bisa menyebutnya berhenti? Yoo Kyung protes, tapi kita belum melakukan apa-apa. Hyun Wook geli, lalu kau mau melakukan apa? Segalanya kata Yoo Kyung. Hyun Wook menghela nafas, kita mungkin akan sangat sibuk akhir pekan ini. Yoo kyung membujuk Hyun wook untuk bicara lagi dengan Eun Soo. Sekarang Hyun Wook terus terang, Eun Soo tahu mengenai kita. Yoo Kyung kaget, apa? Hyun Wook : Kalau kau dan aku saling menyukai. Yoo Kyung sekarang mengerti dan ia jadi takut. Hyun Wook berkata jika para koki tahu, kau dan aku, kita harus meninggalkan dunia, sebelum itu terjadi, kita harus menjahit mulut Eun Soo dulu, kau jadi benang dan aku jarum, dan kita jahit saja. Mengerti? Pagi itu, Eun Soo bangun sendiri, ia justru keluar dan sedikit kehilangan, karena tidak ada lagi Seo Yoo Kyung yang menggedor pintu apartemen-nya. Sementara itu Koki Hee Joo, beserta kakak beradik Park mencari kontrakan di agen perumahan. Mereka ingin membuka restoran pasta. Dan agen perumahan berkata ada kontrakan yang murah dan pas dengan tujuan mereka. Ketiganya senang sekali. Yoo Kyung dan Hyun Wook dalam perjalanan ke apartemen Eun Soo. Yoo Kyung tanya apa Hyun Wook pernah ingin melemparkan handuk dan melarikan diri ketika masih sebagai asisten? Hyun Wook mengiyakan. Karena Chef-nya dulu adalah orang yang menggunakan tinjunya dulu sebelum bicara. Jadi ketika aku lari dan kembali, ia akan memukuliku dengan wajan dari kepala sampai jari kaki. Wajan-nya harus benar2 hancur sebelum ia bisa kembali ke dapur. Hyun Wook malas membahasnya. Yoo Kyung menggodanya, berapa yang rusak? wajannya? Hyun Wook ketawa. Yoo Kyung tanya apa Hyun Wook akan melakukan hal yang sama juga pada Eun Soo. Tergantung, kata Hyun Wook, bagaimana reaksinya. Yoo Kyung menunjuk bungkusan di pangkuannya, aku bahkan membelikan Hanu (daging sapi Korea kualitas super) untuknya. Hyun Wook tersenyum. Keduanya sampai di apartemen Eun Soo. Tapi Eun Soo belum pulang. Sebenarnya Eun Soo pergi ke La Sfera. Karena kedinginan, Yoo Kyung dan Hyun Wook masuk ke dalam apartemen Eun Soo. Yoo Kyung punya kuncinya. Di dalam, keduanya duduk sambil bersandar. Yoo Kyung tanya lagi tentang chef Hyun Wook, tapi Hyun Wook benci membicarakan orang itu. Hyun Wook : Kau tidak lelah? Yoo Kyung : Kau lelah, Chef? Hyun Wook : Seperti akan mati rasanya. Yoo Kyung meminta Hyun Wook berbaring saja. Hyun Wook awalnya ragu tapi kemudian ia tidur juga, ah masa bodoh, aku tidak peduli (punggungnya sakit sekali). Hyun Wook tidur dengan kepala di bed Eun Soo. Yoo Kyung berkata kalau mantan chef Hyun Wook dulu juga pasti seperti Hyun Wook. Hyun Wook : Sudah kubilang jangan membicarakan Chefnya Chefmu. Yoo Kyung : Jika suatu hari, aku benar2 menjadi Chef, apa kau pikir aku akan seperti dirimu? Aku ingin seperti dirimu. Aku akan menjadi Chef persis seperti dirimu. Hyun wook tersenyum, hei, lalu ia menepuk lantai di sampingnya, kau tidur di sini juga. Yoo Kyung ragu-ragu. Hyun Wook berkata lakukan saja apa yang kukatakan, berbaring saja. Yoo Kyung tidur, ah enak sekali. Lalu keduanya mengamati gambar2 yang ditempel Eun Soo di langit2 kamarnya, apa itu? Ternyata itu gambar2 pasta dan berbagai masakan. Keduanya tertawa, Yoo Kyung berkata ia senang sudah datang kesini. Tapi, kalau benang dan jarum sudah datang tapi mulut Eun Soo tidak bisa dijahit, apa yang akan kita lakukan Chef? Hyun Wook meraih tangan Yoo Kyung dan membawanya ke dadanya. Yoo Kyung sedikit gelisah, bagaimana kalau Eun Soo pulang, Chef? Hyun Wook : Kita akan menjahit mulutnya, buat apa khawatir? Lalu sambil menepuk-nepuk tangan Yoo Kyung, Hyun wook berkata: Jangan khawatir. Hyun Wook berbaring miring memandang Yoo Kyung dan membelai poninya, Yoo Kyung tersenyum dan tidur. Hyun Wook tersenyum dan ia juga tidur. Keduanya tidur sambil bergandengan tangan. Tidak lama, Eun Soo pulang dan kaget melihat lampu apartemen-nya menyala, ia mengintip dan panik melihat Yoo Kyung dan Chef tidur dalam kamarnya. Eun Soo : Mengapa mereka melakukan itu dalam rumahku? mengapa mereka hanya melakukan itu di sekitarku? mereka benar2 jahat. Lalu Eun Soo teriak2 : Chef dan Yoo Kyung sedang kencan! Chef dan Yoo Kyung kencan! Yoo Kyung dan Hyun Wook terbangun karena kaget, Eun Soo masuk dan tidur diantara keduanya sambil berkata kalau ia selalu mengamati foto2 diatas itu. Hyun Wook berkata kalau Eun Soo salah posisi, pindah. Sekarang Hyun Wook tidur di tengah dengan Yoo Kyung dan Eun Soo di kanan dan kiri lengannya. Hyun Wook : Hei Eun Soo, berhenti memberontak dan kembali kerja, mengerti? Kembali kerja. Kembali kerja! Eun Soo : Ya, Chef. Hyun Wook berkata karena tadi Eun Soo sudah teriak2 tentang hubungan-nya dengan Yoo Kyung, kau bisa menutup mulutmu di dapur. Kau bisa teriak2 setiap pagi sebelum pergi kerja, mengerti? Kau tidak akan menjawabku? Hyun Wook memiting kepala Eun Soo. Eun Soo : Ya, Chef. Hyun Wook berkata ya sudah, sekarang cukup, aku ngantuk sekali. Ia merangkul Yoo Kyung. Yoo Kyung berkata ia juga ngantuk dan keduanya mulai tidur. Kaki Yoo Kyung memeluk kaki Hyun Wook. Eun Soo ikut-ikutan menopangkan kakinya ke arah Hyun Wook tapi ditendang, lalu Hyun Wook memiting kepala Eun Soo lagi, tidur! kubilang tidur!