Drama ini mulai tayang di korea tanggal 1 September 2010.

Karakter Kim hyun joong di sini sama seperti karakter utama di drama korea lain, cool, cakep, pendiam, pinter dan engga peduli dengan lingkungannya. Sedangkan sebaliknya, buat pemeran utama ceweknya punya sikap kebalikan dari sikap Hyung Joong.
review cast of Play fullkiss:
-Jung So-min sebagai OH HA-NI merupakan seorang siswa yang tidak cerdas. Di tahun terakhirnya di SMA, dia berada di kelas terakhir (7-7). Dia tumbuh dewasa dibawah asuhan ayahnya yang sangat menyayanginya, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Ayahnya bekerja sebagai pengelola restaurant yang khusus menjual mie. Ibunya meninggal saat ia kecil.
-Ha-Ni memiliki dua orang sahabat yang juga sekelas dengannya, DOKKO MIN-AH (Yoon Seung ah) dan JUNG JU-RI (Hong Yoon-hwa). Mereka adalah geng konyol tapi sangat baik dan juga setia kawan satu sama lain.
-BAEK SEUNG-JO (Kim Hyun-Joong), malah berada di posisi yang sebaliknya. Dia berada di kelas nomor 1 (1-1). Kelas ini merupakan kelas yang paling populer. Baek Seung-Jo merupakan siswa sempurna, bahkan untuk ujian kali ini ia mendapatkan score 500. Tapi sayang dibalik kesempurnaan dirinya, Baek Seung-Jo memiliki sikap yang tidak ramah. Dia cenderung dingin dan selalu menganggap rendah orang-orang sekitarnya.
-Orang tuanya adalah sosok yang sangat ramah, ibunya (GEUM-HEE as JUNG HYE-YONG) figur yang baik, ramah dan ceria yang selalu ingin mengetahui tentang kehidupan anaknya.
-Anak laki-laki yang memiliki gaya rambut retro itu adalah BONG JOON-GU (Lee Tae-sung), seorang anak dari Busan yang memiliki logat medok Busan yang selalu digunakannya. Dia juga memiliki sebuah geng yang terdiri dari 4 orang, nama gengnya “Joon-guy’s Boys Bong.” Mereka juga merupakan anak-anak dari kelas 7, mereka sekelas dengan Ha-ni. Joon-gu merupakan salah satu fans Ha-ni, saat di kelas Joon-gu selalu berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Ha-Ni. Tapi, sayangnya cintanya Joon-gu bertepuk sebelah tangan. Ha-Ni selalu terpaku pada Seung-jo tanpa memperhatikan Joon-gu.
Recap Playful Kiss / Mischievous Kiss episode 1
Ha-ni melamun.
Di sebuah padang rumput yang hampir mirip seperti dunia dongeng yang sangat romantis. Dalam lamunan itu, seorang pemuda tampan yang menggunakan pakaian serba putih (Kim Hyun Joong a.k.a Seung-jo) menghampiri putri yang tengah tertidur (Jung so-min a.k.a Ha-ni). Ia mencium gadis itu lalu pergi. Ketika bangun, gadis yang tadi tertidur itu melihat kuda putih sejenis pegasus dan mengikuti kemana arah pegasus itu pergi. Gadis itu melewati padang rumput dan tiba-tiba saja kuda itu berubah menjadi pria yang tadi menciumnya. Pria itu mendekatinya kemudian menatapnya. Gadis itu menutup mata.
Tapi kemudian Ha-ni bangun dan semuanya hanya mimpi, saat ini dia berada di sekolah untuk pelajaran terakhir.
Ha-ni dan gengnya tidak pernah memikirkan tentang nilai-nilai mereka. Mereka selalu mendapatkan nilai yang buruk, jadi mau bagaimana lagi. Saat Ha-ni, Ju-ri dan Min-ah berada di kantin, seorang siswa yang baru saja datang mengeluh pada dirinya sendiri bahwa mesin soda itu macet, sehingga minuman yang diinginkannya tidak juga kelua. Siswa itu adalah Hong Jang-Mi (Jang Ah-young). Ha-ni yang mendengar hal itu berusaha untuk membantunya. Dengan kuda-kudanya, Ha-ni siap menendang mesin soda itu agar kaleng sodanya keluar.
Ha-ni yang selalu memperhatikan Seung-jo sudah menjadi hal yang biasa. Dan teman-temannya pun hanya menggelengkan kepala saat Ha-ni menceritakan tentang mimpinya dan Ha-ni menyebut Seung-jo sebagai kekuatan hutan. Ha-ni sangat terpesona oleh ketampanan dan kesempurnaan Seung-jo, dan sekarang ia tahu bagaimana rasanya menjadi vampire, ketampanan Seung-jo membuatnya ingin menggigitnya.
Ha-ni membeku saat ia melihat Jang-mi mendekati Seung-jo yang berada di depan mesin soda. Jang-mi menawarkan soda miliknya, ia berusaha terlihat akrab dengan Seung-jo tapi Seung-jo tetap mengacuhkannya. Saat, Seung-jo hendak mengambil soda, mesin soda itu kembali macet. Kemudian Jang-mi memanggil Ha-ni untuk memperbaiki mesin soda itu lagi.
Sebenarnya Ha-ni enggan untuk memenuhinya juga enggan untuk menolak. Tapi, akhirnya Ha-ni kembali ke mesin dan menendangnya tanpa berani menatap Seung-jo. Ha-ni mengereyitkan dahi karena malu, ia tidak ingin hal ini menjadi kesannya pada Seung-jo. Tapi ada sesuatu kepuasan dari cara Seung-jo menatap. Sebenarnya Seung-jo tidak benar-benar terkesan pada Ha-ni.
Tanpa mengucapkan terimkasih Seung-jo berbalik dan pergi, dan Ju-ri mencoba untuk menolong ha-ni agar dapat berbicara dengan Seun jo. Teman-teman Ha-ni memanggil nama Ha-ni dengan keras sehingga Seung-jo mendengarnya. Seung-jo berbalik dan mulai berjalan kembali ke arah mereka. Dan Ha-ni mempersiapkan dirinya dan ia berpikir bahwa Seung-jo akan berterimakasih kepadanya atau berkata sesuatu. Tapi ternyata tidak, ia kembali hanya untuk mengambil uang kembaliannya di mesin soda.
Teman-temannya mendesak Ha-ni untuk mengakui perasaannya, karena mereka sebentar lagi akan segera lulus. Meskipun sebelumnya dia malu, Ha-ni menggantungkan harapan bahwa mungkin Seung-jo tidak mengungkapkan perasaannya karena dia belum kenal dengan Ha-ni, dan memutuskan untuk mengakui rasa sukanya pada Seung-jo.
Kembali ke fantasi Ha-ni yagn lain, Ha-ni menari tarian di Swan Lake diikuti oleh Seung-jo.
Selanjutnya adalah kelas menggambar, dan joon-gyu dijadikan sebagai model gambar. Ia berpose seperti patung dengan gaya roker. Seberapapun Joon-gyu berusaha untuk menarik perhatian Ha-ni, tetap saja Ha-ni mengacuhkannya karena dipikirannya hanya ada Seung-jo. Itu berarti, semua usaha Joon-gyu untuk terlihat keren di depan Ha-ni, percuma. Karena Ha-ni tidak memperhatikannya.
Ha-ni asik memikirkan dan mencoba mencari cara bagaimana untuk mengakui perasaannya pada Seung-jo. Ayahnya mengerti apa yang tengah Ha-ni rasakan. Ayahanya Ha-ni mengerti bahwa Ha-ni memiliki masalah dengan seorang laki-laki meskipun dia mendeskripsikannya sebagai teman. Kemudian ayahnya menceritakan kepada Ha-ni mengenai caranya dulu saat hendak menyatakan rasa sukanya pada ibunya.
Ha-ni kembali ke lamunannya yang lain. Dimana dia menyudutkan Seung-jo dengan geng motornya, tampak seperti gadis Grease yang buruk dengan latar belakang musik “Beat it”.
Akhirnya ayahnya memberikan saran yang praktis daripada saran teman-temannya. Ayahnya menyarankan untuk membuat surat cinta. Ha-ni menyetujui saran ayahnya, ia pikir hal itu adalah cara yang terbaik.

Ha-ni menaruh surat itu di loker milik Seung-jo, dan menunggu dengan gugup respon dari Seung-jo.

Ketika Seung-jo berjalan di koridor sekolahnya, ia bertemu dengan Ha-ni dan menunjukkan surat darinya. Ju-ri berteriak memanggil nama Ha-ni dengan keras, hingga menarik perhatian semua orang. Kemudian Min-ah bergabung dan diwaktu yang sama mereka memberikan respon pada Ha-ni.

Seung-jo bertanya pada Ha-ni, “apakah kamu Ha-ni?” kemudian Seung-jo memberikan sebuah surat kepada Ha-ni.

Semua siswa berkumpul dengan perasaan ingin tahu, dan Ha-ni tidak berani membukanya. ia memberitahukan kepada Seung-jo bahwa dia tidak mengharapkan sebuah jawaban. Namun setelah Ha-ni membaca surat itu, kegembiraannya hilang, berganti dengan perasaan yang hancur.

Jang-mi harus menunjukkan pada Ha-ni sebagai Mean Girl, jadi dia melempar surat dari genggaman tangan Ha-ni. Sebenarnya Seung-jo tidak menuliskan sebuah jawaban kepada Ha-ni. Dia hany menilainya dan menandai surat itu dengan pena merah. dan Seung-jo langsung memberikannya pada Ha-ni. Jang mi berusaha untuk menghibur Ha-ni yang hanya berdiri mematung.

Ha-ni sangat merasa malu. Sementara Seung-jo hanya berdiri ditempatnya dan berkata kepadanya, “Maaf aku harus mengatakan hal ini, tapi aku sangat benci gadis bodoh.”

Kemudian, tiba-tiba Joon go datang walau disaat yang telat, tapi ia sudah bisa memperkirakan apa yang telah terjadi saat ini. Ia berhadapan dengan Seung-jo. Joon go meminta Seung-jo untuk meminta maaf pada Ha-ni.

Seung-jo malah berkata, “untuk apa? memperbaiki kesalahannya?”

Joon-go membalas dengan nada tinggi, “apakah kamu hanya melihat kesalahan? Jangan hanya melihat kata-kata di surat itu, tapi lihat isi dan maksud dari surat itu!”

Joon-go menantang Seung-jo untuk adu otot dan dengan cepat segera ia melayangkan pukulan pada Seung-jo, tapi dengan cepat pula pukulan itu dapat dihindari oleh Seung-jo.

Kemudian, wakil kepala sekolah datang, ia membubarkan anak-anak dan memanggil Joon-go ke ruang BP.

Seung-jo menunjukkan hasil tes yang terpajang di papan pengumuman dan Seung-jo mendapatkan nilai tertinggi di ujian yang baru saja dilaksanakan sedangkan Ha-ni dan teman-temannya hanya mendapakan point kecil dan berada di urutan yang paling akhir. Seung jo kembali memberi tanggapan sinis kepada Ha-ni. Seung-jo menyebut Ha-ni sebagai gadis yang ceroboh karena telah membuang-buang waktunya untuk hal yang tidak berharga dan tidak memilih untuk memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki hal yang lebih penting.
Seung-jo berkata, “Aku benci gadi ceroboh dan gadis yang kurang ajar.”
Ha-ni merasa hatinya remuk dan hal yang paling terburuk adalah sebuah kenyataan bahwa Seung-jo benar, bahwa dia adalah gadis bodoh yang berada di level terbawah.

Ha-ni melampiaskan rasa frustasinya dengan berlari mengelilingi sekolah, ia sangat lelah setelah berhasil memutari sekolah sebanyak 34 kali putaran. Ha-ni terjatuh dan teman-temannya menyuruhnya untuk menghentikan perbuatannya itu, tapi Ha-ni tetap bersikeras untuk terus memutari sekolah sebanyak dua kali putaran lagi. Akhirnya teman-temannya memberikan semangat pada Ha-ni untuk menyelesaikan putaran terakhirnya.

Ha-ni dan ayahnya menetap di rumah mereka yang baru saja di modifikasi. Mereka tengah membereskan perabotan rumah mereka. Ayah Ha-ni memperhatikan kemuraman Ha-ni dan dapat menebak bahwa pengakuan cintanya tidak berjalan dengan baik.

Ayahnya mencoba untuk menghibur Ha-ni, dan ketika tengah merapikan barang-barang ayahnya menemukan sebuah plakat tua yng dibuat ketika Ha-ni masih bayi. Sebuah plakat yang berbentuk telapan tangan dan jejak kaki.

Ju-ri, Min-ah dan Joon-gu datang dan mereka mengagumi rumah Ha-ni yang luas dengan bangunan baru di lantai dua. Mereka duduk seraya menikmati makanan lezat yang telah disiapkan oleh ayah Ha-ni, ayah Ha-ni mengeluh bahwa Ha-ni tidak mau mengambil kursus memasak. Joon-go berkata bahwa ayah Ha-ni tidak perlu khawatir karena ia yang akan menjaga Ha-ni dan ayahnya.

Yang lain tertawa mendengar ucapan Joon-go dan mengolok-oloknya, memukul kepalanya ke tembok hingga menimbulkan suara gemuruh.

Ini bukan kepala Joon-gu yang menyebabkan kerusakan, tetapi gempa kecil yang mengguncang lingkungan sekitar. Walaupun di beberapa rumah hanya mendapatkan sedikit guncangan kecil, tapi rumah Ha-ni sudah runtuh dengan sendirinya.

Di sekolah, Ha-ni mendapatkan perhatian yang tidak ia inginkan dari teman-teman sekolahnya. Mereka saling berbisik atas apa yang telah menimpa Ha-ni. Sedangkan Joon-go berada di pintu masuk sekolah untuk meminta sumbangan untuk siswa yang membutuhkan.

Seung-jo datang menghampiri Joon-go dan memberikan sumbangan sebanyak 20.000 won. Tapi, kemudian Ha-ni berteriak dan menolak sumbangan itu. Ia berkata bahwa ia tidak akan menerima sumbangan dari Seung-jo bagaimanapun miskinnya dia. Ha-ni tidak akan menerima bantuan dari Seung-jo walaupun dia harus tinggal sebagai pengemis di kolong jembatan. Seung-jo tidak mengatakan apa-apa ia malah pergi meninggalkan tempat itu. Kemudian Ha-ni berteriak dan memaki Seung-jo. Dan dia berjanji bahwa dia akan menjadi siswa yang terbaik.

Seung-jo berkata kepadanya untuk segera membuktikannya. Ha-ni menjawab tentu saja ia akan membuktikannya, ia akan mendapatkan score tertinggi untuk ujian selanjutnya. Tentu saja tidak ada yang mempercayai perkataan Ha-ni. Seung-jo bertaruh, ia akan mengelilingi lapangan bila Ha-ni berhasil.

Bencana gempa bumi itu disiarkan di televisi dan teman lama ayahnya Ha-ni (ayahnya Seung-jo) melihat berita tersebut. Kemudian ia segera menelpon ayah Ha-ni dan mengatakan bahwa Ha-ni dan Ayahnya dapat tinggal sementara waktu di rumah mereka, sementara tim penanggulangan bencana akan mencari tahu penyebab terjadinya gempa. Tentu saja, ayah Ha-ni merasa sangat senang, karena ia dapat kembali berkumpul dengan teman lamanya yang sudah lama berpisah sejak mereka pindah ke seoul. Saat Ha-ni tiba, ia sangat mengagumi rumah teman ayahnya itu, betapa kayanya mereka.
Teman ayahnya adalah Su-chang yang menikah dengan Geum-hee, keduanya sangat baik dan ramah pada Ha-ni. Kemudian Seung-jo dan Ha-ni bertemu, mereka sangat kaget satu sama lain, karena mereka akan menghabiskan hari, minggu, bulan secara bersama-sama.