sabtu, 26 April 2011

pagi yang cerah, tapi entah rasanya hari ini akan tersa aneh bagiku. Masih seperti biasanya aku berangkat telat  (hhahha mengumbar kejelekan diri sendiri :-p ). yyach masihh untung belum bel jadi masih bisa masuk kelas. Kaya biasa pagi ini pembahasan materi try out minggu lalu. Akhirnya pembahasan bahasa indonesia sudah selesai, n’ disambung biologi sama fisika. Tapi waktu pelajaran fisika jamnya mau habis, guru bahasa indonesia ku masuk trus tanya

“yang namanya dela nugraheni si kelas ini apa nggak ??”

“nggak bu, dela di kelas 9b !!!” jawab anak 9a serentak

lalu guru fisika kami bertanya ” emagnya kenapa bu ?”

“dela neugraheni meninggal” kata bu bahasa indodonesia itu

kami masih tak percaya, dan hanya kebingungan yang ada di pikiran kami. Kami tak bisa berkonsentrasi pada pelajaran. Sampai kami dikumpulkan di halaman sekolah.

yya yang terdengar hanya tangis anak kelas 9. dan aku masih tetap tidak percaya. tapi seakan pengumuman bahwa dia sudah tak ada lagi. Dan saat itulah tangis makin menjadi.

“Kenapa dia pergi terlalu cepat? ”

“kan nanti malem kita mau berdoa bareng buat kelulusananak NEPATSA ”

“kan seminggu lagi kita mau ujian bareng”

“kok kamu pergi cpet banget sih kita butuhin kamu, kita semua kan sayang kamu. kok kamu pergi ninggalin kita siih ”

pertanyaan itu yang sampai hari ini masih terngiang di kepala ku. Kami memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Dan yang aku lihat dia sudah terbujur kaku dengan balutan kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Aku nggak bisa lagi nahan tangis ku.

begitupun teman-temanku yang lain. seakan kami belum mau kehilangan dia sekarang. Dia gadis kecil yang baik, dia pergi untuk selamanya untuk mencari ilmu. tapi na’as  kenyataan bicara lain, di tengah perjalanan dia tertabarak truk dan terhimpit lagi dengan truk yang lain. Dia segera di larikan ke rumah sakit. Tapi saat keluarga datng dia sudah terbujur kaku di kamar jenazah.

mendengar itu tangis ku semakin menjadi. di tambah saat kain putih yang menutupi wajahnya di buka. aku semakin tak tega melihatnya. di jidatnya ada jahitan yang membuat tangis kami semakin menjadi.

Tapi kami sadar segala sesuatu di dunia ini tak ada yang abadi. termasuk nyawa teman kami. Tapi akupun yakin dela pasti tak mau melihat kami terus bersedih. dia pasti sekarang berada di tempat terindah di sisi tuhan. dan tadi malam kami baru saja melaksanakan shalat ghaib untuknya. dengan harapan dia bisa tenang disana.

DELA KAMI AKAN TERUSKAN PERJUANGAN MU YANG BELUM USAI. KAMI BERJANJI AKAN BERUSAHA MEWUJUDKAN KEINGINANMU AGAR SMP N 4 SALATIGA LULUS 100 % . KAMI BERJANJI DELA, TENANGLAH DISANA KAMI MENYAYANGIMU. KAMI KAN SELALU BERDOA DEMI KEBAHAGIAANMU DISANA.

WE LOVE YOU