Einstein dan Rahasia kejeniusan-nya

Tahukah anda rahasia ke-Maha Jenius-an seorang Fisikawan terbesar abad ini. Banyak orang mengira Einstein itu cerdas karena ia memiliki kemampuan dasar yang kuat dalam hal logika aljabar. Dengan tulisan ini, saya akan meyakinkan anda, bahwa itu penilaian yang keliru dan salah kaprah. Einstein tidak mendasarkan pijakan berpikirnya dalam tataran aljabar. Justru ia lebih menekankan berpijak pada karya fiksi yang lebih dekat dengan mitos, dongeng, cergam, cerpen, dan cerita narasi menarik lainnya. Karya fiksi yang mengembangkan kemampuan Imajinasinya hingga sebegitu kuat dan kokoh tak mudah goyah, walau itu di terjang badai fasis sekalipun. Di dalam kefiksian ia menguatkan pijakan berpikir ala non fiksi yang di kemudian hari kelak, akan turut pula membebaskan benih-benih kreatifitas ide tanpa batas, dari imajinani-imajinasi picisannya itu, menjadi rumusan-rumusan fantastis mulai dari foto elektrik sampai teori Quantum relativitas yang menggemparkan dunia.

.

.

Saya tidak akan berteori panjang lebar mengenai sejarah pemikiran Einstein yang rumit luar biasa itu. Namun saya hanya akan mengajak anda, untuk melihat lebih dekat kepada sisi intelektual Einstein. Memahami cara metoda dasar Einstein yang lebih mudah dimengerti. Bagaimana ia melakukan penelitian, bagaimana ia berpikir kritis, bagaimana ia menganalisis, dan yang paling penting adalah bagaimana ia berimajinasi.

.

Mari kita mulai bermain

.

Apakah anda tahu, bila kakek Einstein pernah menyusun permainan teka-teki yang menyenangkan bagi para penggemarnya?

.

Entah hal ini menyenangkan atau tidak. Itu semua relatif, tergantung pada selera anda masing-masing. Untuk mengenal beliau saya akan mengajak anda bermain, memecahkan teka teki yang beliau karyakan. Silahkan disimak ;

.

“Dari 98 % mahasiswa saya, hanya 2 % saja dari mereka yang bisa memecahkan teka teki yang iseng saya buat ini. Haha.. ” ujar Einstein kepada sahabatnya, di sela-sela waktu senggangnya.

.

“apakah itu keponakanku, om ingin mencobanya” sahut max sambil meneguk kopi hangat ke tenggorokannya. Tampak-lah ia penasaran juga dengan teka-teki apa yang Einstein buat.

.

“hanya soal logika biasa Om Planck”, sahut einstein sambil lalu,ia-pun menatap muka ke arah niels, tampak niels masih serius bereksperimen. Kerja sama penelitian mereka untuk menyelesaikan misteri Kuantum, entah kapan akan bisa mereka pecahkan. Einstein tampak mengernyitkan dahinya ”Hei Niels,ini jam makan adikku, please beri waktu luang untuk kemanusiaan kita sejenak saja, apakah kau tak tertarik dengan permainan teka-tekiku ini”.

.

“aha, Ceritakanlah saja teka teki itu dengan suara yang keras kakak. Aku akan mendengarkan dari sini” teriak Niels Bohr kepada Einstein.

.

Einstein paham betul watak Niels yang keras dengan jiwa mudanya, dihampirinya si Niels dan mendamprat kepalanya.

.

“Bodoh kali kau ini, waktu istirahat kau berani-beraninya menyia-nyiakan kami” di jewernya telinga Niels, di seretlah pula si Niels ke meja makan.

.

“aha,, ampun, baiklah kakakku sayang… ampun..” teriak Niels kesakitan. Niels Bohr adalah yang termuda di antara mereka,umurnya masih 24 tahun. Sedang Einstein 30 tahun, dan Max planck sudah mulai beranjak senja diumurnya yang ke 51 tahun.

.

“Mari kita mulai berdoa dahulu”, sahut om Planck kepada keponakan-keponakan angkatnya. “Tuhan, walau kami tidak terlalu bergantung mengharap belas kasihmu, namun syukur dan terima kasih akan selalu terucap, bagi makanan yang cukup di hari ini”

.

“Amin”, mereka bertiga serentak berucap.

.

Piring dan garpu-pun beradu, namun suaranya damai lirih berbisik. Di sela-sela kunyahan, Si om Planck mengawali pembicaraan.

.

“Hey kriwul, katanya tadi kamu mau tunjukkan kepada kami permainan teka teki yang kamu buat?”

.

“iya om sabarlah”, jawab einstein sambil mengunyah.

.

“Kuulangi sekali lagi, dari Mahasiswa yang kuberi teka-teki ini hanya dua persen dari mereka yang bisa menjawab. Itu-pun mereka dengan bantuan alat-alat tulis. Kalau misal aku beberkan teka-teki ini kepada om dan Niels, dengan syarat. Kalian tidak boleh menggunakan bantuan alat tulis apapun,, haha…”

.

“halah paling teka-teki jadul, yang berhubungan dengan angka-angka” celoteh si Niels mengejek kakaknya,

.

“Sayang sekali kamu salah besar menilaiku adikku, haha… ” Eintein membalas dengan tertawa terbahak-bahak.

.

“Sudahlah cepat kau ceritakan teka-teki itu,mau kulempar kau” tampak sang Om Planck tak sabar mengambil ancang-ancang untuk melempar sepotong roti.

.

“Oke-oke om, sabarlah…haha” jawab einstein dengan senyuman ala jokernya yang khas.

.

“Baiklah…

saya hanya akan memberikan sebuah pertanyaan sederhana

.

Siapakah yang memelihara ikan?” einstein memulai teka-tekinya.

.

“Bah apaan tuh, konyol banget kak, malas aku dengarnya, macam orang idiot aku pecahkan teka-teki mu itu” potong Niels seenaknya, dia-pun mengakak sejadi-jadinya. Terang saja, begitu secepat kilat tanpa disadari si Niels. Einstein melempar muka Niels dengan serbet yang tergerai di lehernya.

.

“Dengar dulu sampai habis Nielsssss…” geram Einstein, dengan segera pula ia ambil napas panjang untuk lanjutkan kembali teka-tekinya.

.

“Cari siapa pemilik ikan, berdasarkan beberapa petunjuk yang akan saya ungkapkan :

.

– Orang inggris tinggal dirumah yang berwarna merah

– Orang Swedia memelihara anjing

– Orang Denmark senang minum teh

– Rumah berwarna hijau terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna putih

– Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi

– Orang yang merokok Pall Mall memelihara burung

– Penghuni rumah yang ditengah-tengah senang minum susu

– Penghuni rumah yang berwarna kuning merokok dunhill

– Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama

– Orang yang merokok marlboro tinggal disebelah rumah orang yang memelihara kucing

– Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang merokok dunhill

– Orang yang merokok Winfield senang minum bir

– Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang norwegia

– Orang Jerman merokok Rothmans

– Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air

.

sudah itu saja !! ayo silahkan di jawab, para fisikawan yang terhormat.” ucap Einstein mengakhiri teka-tekinya dengan begitu bijak.
Tampak Om Max alisnya berkerut, tidak kalah serius tampang si Niels yang memonyongkan bibirnya. Mereka berdua beradu pikir, tanpa bantuan alat tulis apapun, hanya dengan otak, mereka diharapkan oleh einstein bisa memecahkannya….
Lalu bagaimana dengan anda…??? saran saya pakai alat tulis saja untuk menggambar, bagus juga kalau pakai pensil yang berwarna,,, hahaha…

.

.

.

referensi :

.

.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5622174

.

http://animo-antolog.blogspot.com/2009/11/albert-einstein-1879-1955.html

.

wikipedia bebas

.